Gadis 13 Tahun Ditemukan Tewas di Kebun Sawit

OTOPSI: Jenazah gadis umur 13 tahun saat berada di RSUD Dr Djasamen Saragih untuk diotopsi, Minggu (9/10).

FAHMI/metro siantar/smg

OTOPSI: Jenazah gadis umur 13 tahun saat berada di RSUD Dr Djasamen Saragih untuk diotopsi, Minggu (9/10).

LABURA- Darno (40) penduduk Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labura (Labuhan Batu Utara), sontak menjerti saat melihat sesosok mayat wanita ditaksir berusia 13 tahun, dengan posisi terlentang di kebun sawit milik Ali Munthe, Sabtu (8/10).

Peristiwa penemuan mayat wanita itu, peratama kali diketahui Darno saat ia sedang mengembalakan ternaknya. Saat tengah asik mengembalakan lembu miliknya di tengah kebun Ali, tepatnya pukul 15.00 WIB, dia mencium aroma bau busuk yang tak jauh dari tempat dia berdiri tepat di Kampung Yaman.

Merasa penasaran dengan bau menyengat hidung itu, Darno pun berupaya mencari asal bau tersebut. Tak jauh dari lokasi semula, Darno sontak menjerit setelah mendapati seonggok mayat wanita mengenakan baju cokelat dan rok pramuka. Melihat hal tersebut, Darno langsung berlari ketakutan dan menuju rumah Kepala Dusun yang tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Warga yang mengetahui adanya temuan mayat setelah Darno bercerita kepada Kepala Dusun, langsung berduyun-duyun menuju TKP (tempat kejadian perkara). Selanjutnya, setelah melihat dengan mata kepala, Kepala Dusun tersebut menghubungi petugas Kepolisian Mapolsek Aek Natas.

Tak berapa lama, petugas tiba di TKP setelah mendapat laporan dari Kepala Dusun dan melakukan olah TKP,. Setelah olah TKP, petugas langsung memboyong jenazah korban ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih untuk diotopsi.
Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah wanita muda tersebut tiba di Ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi.

“Di sekitar tubuh korban ditemukan sepatu transparan dan pakaian korban masih lengkap di sekujur tubuh korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Aek Natas Aiptu Pandiangan Purba saat di temui  di kamar mayat RSUD Dr Djasamen Saragih, Minggu (9/10).

Ahli Forensik RSUD Djasamen Saragih Dr Reinhard JD Hutahaean SpF, ketika dikonfirmasi mengatakan, dari hasil otopsi sementara, korban meninggal sekira 24 jam lalu, dugaan sementara kematian korban akibat benturan benda tumpul pada kepala, leher, dan dada.

“Kita juga menemukan tanda-tanda persetubuhan karena ada cairan sperma di kemaluan korban dan kekerasan pada vagina, yang kita dapati luka robek akibat benda tumpul,” ujar Dr Reinhard.(cr1/smg)

sumber : http://www.hariansumutpos.com

Pos ini dipublikasikan di Kriminal dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s