GIlang Perdana, Siswa SMAN 6 Jakarta Pukuli Wartawan Dilaporkan Wartawan Ke Kepolisian

gilang perdana

Siswa SMAN 6 Bulungan, Jakarta Selatan, Gilang Perdana mengaku puas memukuli wartawan hingga babak belur. Hal tersebut disampaikan dalam akun Twitter @Gilang_Perdana selang dua menit peristiwa pemukulan wartawan oleh puluhan siswa, Senin (19/9/2011) siang.

Puas gua mukulin wartawan di jalur sampe bonjok2 emosi bet gua,” tulis pemilik akun Gilang_Perdanaa dalam tweet-nya. Kurang puas dengan kicauannya, Gilang_Perdanaa lalu menulis lagi secara beruntun. “Mahakam keras coy, jangan ngusik kalo gak mau diusik, wartawan pun jadi korban,” tulisnya. “Mampus mobil wartawan ancur,” tulisnya lagi.

Empat wartawan yang menjadi korban luka dalam kericuhan yang terjadi di depan SMAN 6 Jakarta siang tadi resmi membuat laporan di Polres Jakarta Selatan. Di dalam laporan polisi yang dicatat di Polres Jakarta Selatan, pihak terlapor adalah seorang siswa SMAN 6 Jakarta, Gilang Perdana.

bentrokan wartawan dan sma 6 bulungan jakarta

Sementara itu, para pelapor adalah Banar Fil Ardhi juru foto Kompas.com, Yudistiro Pranoto juru foto harian Seputar Indonesia, Dodi wartawan Trans 7, dan Panca Saukani juru foto harian Media Indonesia.

Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Irawan mengatakan, Gilang bisa saja dikenakan pasal pengeroyokan. “Gilang dan kawan-kawan kalau terbukti bisa dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal pengrusakan terhadap harta benda,” ujarnya, Senin (19/9/2011) di Jakarta.

Tak lama kemudian, setelah tweet Gilang_Perdanaa mendapat kecaman sejumlah orang, si empunya akun tersebut pun sengaja memblokir akun miliknya hingga tak dapat diakses lagi.

Dalam aksi arogan pelajar SMAN 6 Jakarta itu, sejumlah wartawan mengalami luka lebam, yaitu Yudistiro Pranoto (fotografer Seputar Indonesia), Banar Fil Ardhi (fotografer Kompas.com), Panca Syurkani (fotografer Media Indonesia), Septiawan (fotografer Sinar Harapan), dan Doni (Trans TV).

Jika terbukti, maka Gilang bisa terancam melakukan pengeroyokan dengan hukuman penjara di atas 5 tahun. Selain itu, Budi menambahkan bahwa para pelaku nantinya juga bisa dijerat dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 karena menghambat kerja jurnalis dalam mencari berita. “Nanti bisa ditambahkan Undang-Undang Pers,” ujarnya.

Gilang hingga saat ini belum dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai pihak terlapor dan belum ditangkap. Budi tidak memaparkan kapan rencana pemeriksaan akan dilakukan terhadap Gilang. Pasalnya, hingga kini polisi masih memeriksa korban dari pihak wartawan.

sumber : http://www.mantapp.com

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s