Gadis Telanjang Dari Hutan Kamboja (Ro Cham Si Tarzan Wanita)

Perawan rimba atau gadis rimba menurut Wikipedia selalu diidentikkan dengan sosok gadis muda nan cantik serta seksi. Sosok ini lebih dikenal karena umum digunakan dalam karya-karya fiksi populer. Sosok gadis rimba sering digambarkan sebagai seorang perempuan pengembara ataupun superhero yang hidup di hutan belantara dan berkawan dengan hewan.

Umumnya, sosok wanita muda nan cantik ini diilustrasikan hanya memakai baju seadanya yang berasal dari kulit binatang. Bajunya lebih sering berbentuk bikini ataupun baju yang sangat terbuka sehingga menonjolkan sisi keindahan tubuhnya. Dan sosok ini sangat populer sebagai partner Si Pangeran Hutan, Tarzan.

Namun, sosok yang muncul di sebuah desa di Kambodia (Kamboja) ini jauh dari gambaran tersebut. Hanya ada satu kemiripan. Gadis rimba yang muncul di sebuah dusun di Kamboja ini pun tidak menyukai pakaian normal seperti yang layak dipakai oleh manusia, dia lebih memilih untuk telanjang.

Dear KoKiers,
Budaya tahayul dan segala macam per-klenik-an yang mempercayai adanya kekuatan lain di atas manusia yang berdiam di daerah-daerah tertentu atau hutan rimba raya, tidak saja terjadi di Indonesia. Sebagian besar negara-negara di dunia ini masih mempercayai hal tersebut. Khusus di Asia Tenggara, nuansa tahayul dan klenik masih sangat kental. Salah satunya adalah Kamboja.

Budaya memuja leluhur dan memberi sesajen kepada roh-roh halus masih kental mengurat akar dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terbukti ketika seorang perempuan muda yang diduga telah hilang selama hampir dua puluh tahun tahun, tiba-tiba ‘pulang’ ke kampung halaman. Ia datang dengan perilaku seperti layaknya binatang. Keadaan ini dipercayai karena adanya campur tangan para roh penguasa hutan. Ketika gadis muda tersebut memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya, inipun dihubungkan dengan adanya campur tangan sang penguasa hutan.

Adalah Ro Cham H’pnhieng, ditulis sebagai Ro Chom. Sekarang, ia seorang gadis perawan berusia sekitar 29 tahun. Selama 18 tahun, Ro Chom diduga hidup di tengah rimba raya Kamboja. Suatu hari, ia terlihat di sebuah desa sedang asyik mencuri makanan. Ketika akhirnya gadis itu berhasil ditangkap, gadis pencuri itu diketahui anak seorang penduduk desa tersebut yang konon telah hilang selama belasan tahun.

Kini, sang gadis telah kembali ke kampung halaman. Seorang lelaki berhasil mengenali gadis tersebut dan kemudian diakui sebagai anak kandungnya yang dianggap sudah meninggal dunia. Namun, karena adanya kesulitan beradaptasi dengan dunia peradaban, gadis tersebut akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dan kembali ke tempat asalnya yaitu hutan rimba raya.

Ro Cham yang disinyalir hidup di alam rimba dengan binatang selama belasan tahun berperilaku seperti binatang. Bahkan, untuk berjalan, gadis ini memilih merangkak. Dia juga menolak untuk memakai baju. Kehidupan teratur di desa ternyata tidak membuatnya betah. Kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya membuatnya melarikan diri ke hutan kembali.

Ayahnya, Ksor Lou, mengatakan Ro Cham telah membuat kemajuan dalam beradaptasi namun kemudian menghilang lagi. “Ia melepaskan pakaiannya dan melarikan diri dari rumah tanpa mengucapkan sepatah kata kepada anggota keluarga kami,” kata Lou sebagaimana dikutip Telegraph, Jumat (28/5/2010).

Menurut harian Guardian, seminggu setelah gadis rimba ini muncul, ia mengalami kesulitan untuk beradaptasi maupun berkomunikasi. Dia hanya mampu mengucapkan tiga kata, yaitu ‘ayah’, ‘ibu’, dan ‘sakit perut’. Namun, Ro Cham bisa merespon dengan senyum ketika melihat kaca atau diajak bermain yang melibatkan gambar hewan. Apabila Ro Cham merasa haus atau lapar, dia hanya menunjuk mulutnya. Ro Cham selalu menolak jika dipakaikan baju.

“Bahkan, sehari sebelum melarikan diri dari rumah, ia masih membantu keluarga memetik sayuran. Dia pasti telah kembali ke hutan dan kami masih belum dapat menemukannya,” lanjut ayahnya.

Kemunculan gadis liar dari belantara hutan ini sangat dramatis. Proses reintegrasinya menghebohkan masyarakat Kamboja, bahkan mengundang perhatian dunia. Berbagai media cetak maupun online ramai memberitakan kemunculan sang perawan rimba ini. Di dusunnya, Ro Cham lebih dikenal sebagai “gadis setengah binatang” karena penampilannya yang bungkuk dan fakta bahwa dia membuat suara-suara binatang dalam berkomunikasi.

Ketika anak gadisnya kabur, Lou menyalahkan “roh hutan”, sang penguasa belantara raya atas kaburnya Ro Cham. Dalam sebuah masyarakat yang masih dikungkung keyakinan mistik, khususnya masyarakat pedesaan layaknya di Indonesia, untuk menyelesaikan masalah, Lou meminta seorang peramal untuk membantu pencarian.

Pria itu mempersembahkan seekor lembu jantan liar, seekor babi, seekor ayam, dan empat guci anggur yang secara mistik diyakini dapat mengembalikan putrinya. Dengan memberi makanan sesaji kepada sang penguasa hutan setempat, diharapkan sang penguasa hutan mengembalikan putrinya kembali ke kampung halamannya.

Bagaimana awalnya, lelaki yang kemudian dianggap sebagai ayah Ro Cham tersebut yakin sekali bahwa Ro Cham adalah benar putrinya yang menghilang delapan belas tahun lalu? Lou menyatakan bahwa dia dapat mengenali sang putri dari bekas luka yang terdapat di lengan Ro Cham. Walau Lou merasa yakin seratus persen bahwa Ro Cham adalah putrinya yang hilang, namun dia menolak untuk melakukan tes DNA.

LSM setempat tidak yakin jika Ro Cham bisa bertahan selama lebih dari delapan belas tahun dan tinggal seorang diri di kelebatan hutan. Menurut organisasi tersebut, Ro Cham diduga dibesarkan di penangkaran. Seorang reporter harian Guardian menyimpulkan luka yang terdapat di lengan Ro Cham akibat kekerasan yang dilakukan oleh manusia. Ada kemungkinan, Ro Cham dijadikan tawanan.

Di lihat dari keadaan kakinya, kaki Ro Cham tidak memperlihatkan kaki yang selama 18 tahun tinggal di hutan lebat. Bahkan, Ro Cham dapat menggunakan sendok tanpa ragu. Apa yang dihembuskan oleh masyarakat bahwa Ro Cham adalah gadis liar setengah binatang hanya omong kosong. Pengakuan Lou bahwa Ro Cham adalah putrinya yang hilang, tidak didukung bukti kuat yang mengonfirmasi hal tersebut. Apalagi Lou menolak diadakan tes DNA.

Menurut sebuah teori yang berkembang di LSM, Ro Cham kemungkinan gadis tawanan yang mencoba melarikan diri. Bahkan menurut sebuah LSM, luka di lengan Ro Cham lebih mengarah karena akibat kekerasan seksual.

Sejarah Hilangnya Ro Cham
Menurut ayahnya, 18 tahun silam tepatnya 12 April 1989, Ro Cham baru duduk di kelas dua sekolah dasar. Ia sedang menggembala sapi (ada yang menulis kerbau/water buffalo) di hutan. Rupanya, beberapa sapi yang digembalanya tersesat dan Ro Cham pun masuk ke hutan untuk mencari sapi-sapi tersebut. Tetapi Ro Cham berjalan terlalu jauh ke dalam hutan sehingga dia tersesat dan tidak dapat menemukan jalan kembali. Sang Ayah dan warga desa pun melakukan pencarian selama tiga hari di hutan. Tetapi mereka tidak berhasil menemukan Ro Cham yang tengah tersesat. Mereka berkesimpulan mungkin Ro Cham sudah tewas terbunuh binatang buas. Mereka pun menghentikan pencarian.

Hutan tempat Ro Cham hilang dan tinggal selama ini dikenal sebagai hutan lebat di kawasan terpencil di Kamboja. Hutan tersebut juga diduga menjadi tempat pelarian suku Pro Khmer Merah. Ketika Khmer Merah jatuh, banyak simpatisan Khmer Merah yang melarikan ke hutan-hutan di kawasan terpencil.

Pada tahun 2004, dilaporkan sekitar 34 orang muncul dari hutan tersebut. Hutan tempat Ro Cham ditemukan merupakan tempat ideal untuk bersembunyi sejak jatuhnya rezim Khmer Merah di tahun 1979.

Kembalinya Sang Gadis Hutan
Cerita berawal pada Januari 2010. Ketika itu, ada sekelompok petani lokal yang masuk ke hutan untuk membuka lahan dan menebang kayu. Dalam kegiatannya, rombongan tersebut menemukan beberapa kejadian aneh. Makanan-makanan mereka selama dua sampai tiga hari selalu hilang dan berantakan. Awalnya mereka berpikir itu ulah para binatang liar. Karena kejadian tersebut berulang, mereka berpendapat sang pencuri bukan binatang dan mereka bertekad untuk menangkap pelakunya.

Beberapa kali mereka berhasil memergoki dan mengejarnya, tetapi pelakunya berhasil melarikan diri karena berlari terlalu cepat. Lalu, pada 13 Januari, mereka berhasil menangkapnya. Pada saat penangkapan, mereka agak takut bercampur heran karena sosok yang ditangkap bertubuh gelap dan telanjang. Rambutnya acak-acakan sepanjang lutut, kuku panjang, dan bersuara kacau.

Begitu berhasil menangkap makhluk hutan itu, para petani pun menggiringnya ke Kantor Polisi Odadao. Saat itulah sang ayah, Ksor Lou yang kebetulan sedang berada di sana, melihat anaknya yang telah lama hilang. Sekali melihat gadis itu, Lou langsung mengenali bahwa sang gadis rimba adalah putrinya Ro Cham yang telah hilang selama 18 tahun. Dengan air mata mata mengucur deras, Ksor Lou berusaha memeluk Ro Cham. Tetapi Ro Cham malah ketakutan dan memberontak, mendorong, bahkan mencakar ayahnya.

Ksor Lou pun berterimakasih pada para petani yang membawa pulang putrinya dari hutan. Lalu, Ksor Lou membawa Ro Cham pulang ke rumah. Reuni keluarga dengannya berlangsung tidak selancar yang diharapkan. Beberapa kali sang putri berusaha kabur dari rumah untuk kembali ke hutan karena tidak terbiasa dengan kehidupan di luar hutan.

Setelah beberapa waktu, keluarga berhasil menjinakannya. Mereka lalu memotong rambut dan kukunya yang sudah tidak terurus selama 18 tahun, memandikan, dan memberi pakaian. Sang Gadis Rimba tidak bisa memakai sandal. Tingkah lakunya pun menjadi seperti monyet yang melompat kesana-sini dan memanjat. Dia juga hanya mau makan buah, sayur, dan makanan mentah.

Ibu Ro Cham, HThia, bercerita bahwa Ro Cham tidak bisa berbicara pada saat ditemukan. Seiring dengan berlalunya waktu, dia mulai bisa mengucapkan kata-kata pendek tapi masih tidak jelas. Melalui bahasa isyarat, dia menceritakan pengalamannya hidup di hutan bagaimana dia menangkap ikan, mencari buah-buahan, berteduh di bawah pohon atau batu, dan lain-lain. Meski 18 tahun tanpa pakaian, tanpa api, tanpa obat-obatan, dia bisa selamat hidup di hutan. Kini Ro Cham berusia 29 tahun.

Berita kembalinya Ro Cham cepat tersebar di desa tersebut, yang akhirnya juga membuat heboh media di Kamboja. Bahkan media dari Jepang pun turut meliput berita ini. Banyak orang bertanya, bagaimana mungkin Ro Cham bisa bertahan di hutan selama 18 tahun dan hidup seorang diri di tengah belantara hutan.

Para penduduk setempat yang mendengar berita pulangnya sang gadis rimba setelah hilang selama 18 tahun banyak yang berkunjung ke rumahnya. Mereka memberi selamat pada keluarga. Ada yang menghadiahi pakaian dan lain-lain.

Komunikasi Gagal Akibat Trauma
Laporan dari LSM Licadho menyebutkan ketidakmampuan Ro Cham berkomunikasi disebabkan adanya pengalaman yang sangat traumatik yang dialaminya tatkala tinggal di hutan. Ro Cham telah beberapa kali mencoba melarikan diri. Ia pernah menolak makan nasi selama sebulan. Bahkan, gadis rimba ini didiagnosa menderita kelainan saraf.

Pada bulan Mei 2010, sang perawan rimba kembali ke tempat asalnya di hutan raya. Menurut keterangan ayahnya, Ro Cham minta ijin untuk mandi. Namun, ia tidak kembali lagi ke rumah.

Pada awal bulan Juni, Ro Cham tiba-tiba ditemukan di sebuah toilet sekitar 100 meter dari rumahnya. Seorang tetangga berhasil menemukannya karena dia mendengar suara tangisan yang berasal dari WC. Ro Cham kemudian diketahui telah menghabiskan waktu selama sebelas hari di dalam toilet sedalam 10 meter tersebut. Saat ditemukan tubuhnya dipenuhi kotoran manusia.

Cerita tentang gadis rimba ini nampaknya berakhir dengan happy ending. September tahun ini (2010), si Gadis Rimba dilaporkan sudah berada dalam pengawasan sebuah organisasi kesehatan Psicologos Sin Fronteras. Ro Cham, gadis kecil yang menjelma menjadi gadis rimba kini telah pulang.

Sekali lagi, menurut Wikipedia, anak rimba atau anak liar adalah anak manusia yang hidup terisolasi seorang diri jauh dari kontak manusia lainnya. Biasanya mereka mulai terisolasi pada usia sangat muda dimana ia tidak atau belum mempunyai pengalaman diasuh oleh manusia. Ia belum merasakan belas kasih ataupun mengenal bahasa manusia.

Beberapa anak liat akhirnya bisa bertemu kembali dengan orang tuanya setelah terpisah cukup lama. Dalam beberapa kasus, adanya anak rimba atau anak terbuang karena mereka ditinggalkan oleh orangtuanya atau anak tersebut melarikan diri.

Ada anak rimba yang bisa bertahan hidup karena diasuh oleh binatang. Ada juga yang mengatakan anak rimba bisa bertahan hidup dengan caranya sendiri.

Lepas dari segala intrik yang berkaitan dengan penemuan sang perawan rimba dan segala misteri yang meliputinya dan bagaimana cerita sebenarnya seputar survival-nya selama tinggal di hutan akan tetap menjadi bagian sejarah tentang kebenaran adanya mitos manusia rimba. Hal ini tidak dapat dipungkiri. Keberadaan anak liar perlu dikaji tidak saja oleh para sosiolog namun oleh kita masyarakat awam pada umumnya.

sbr : http://kolomkita.detik.com

Tulisan ini dipublikasikan di Berita Aneh, Berita Luar Negeri, Berita Unik, Junggle Girl dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Gadis Telanjang Dari Hutan Kamboja (Ro Cham Si Tarzan Wanita)

  1. monavie scam berkata:

    It’s the best time to make some plans for the future and it is time to be happy. I’ve read this post and if I could I wish to suggest you some interesting
    things or tips. Perhaps you could write next articles referring to
    this article. I wish to read even more things about it!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s